Home Tentang Konteks Program Pilar Timeline Donasi Artikel Sponsorship
Respons Darurat Bencana Sumatera 2025

Pulih Bertumboost

Penguatan Psikologis Bantuan Logistik untuk Penyintas Banjir Aceh Tamiang

Statistik Dampak Bencana

Foto Pengungsi Terdampak
Foto Target Penerima
Foto Relawan Bertumboost

Siapa Bertumboost?

Gerakan Pemberdayaan Generasi Muda Indonesia

Muhammad Rayhan Safhara

Muhammad Rayhan Safhara

(Rayhan)

Chief Executives Officier

Mohammad Rayhan Safhara adalah pegawai pajak yang berpengalaman sebagai penyuluh pajak, dengan fokus pada edukasi perpajakan dan komunikasi publik. Di luar peran institusionalnya, ia aktif sebagai pelaku usaha di bidang apparel yang telah dikelola secara komersial dan berkelanjutan. Rayhan juga merupakan pemain golf profesional, yang membentuk kedisiplinan, konsistensi, dan daya juang dalam prosesnya. Selain itu, ia sedang menempuh pendidikan di Monash University melalui beasiswa LPDP pada bidang bisnis, yang memperkuat perspektifnya dalam pengelolaan usaha dan pengembangan organisasi. Dengan kombinasi pengalaman sektor publik, kewirausahaan, pendidikan bisnis, serta personal presence yang kuat, Rayhan berkontribusi dalam Bertumboost sebagai representasi generasi muda yang adaptif, mandiri, dan berdaya saing.

Febrianto Ramadhan

Febrianto Ramadhan

(Febri)

Human Resources & Praticier

Febrianto Ramadhan adalah lulusan psikologi yang saat ini bekerja di lingkungan pemerintahan dan memiliki pengalaman sebagai konselor, interviewer, serta praktisi dengan keterampilan Human Resources. Ia terbiasa melakukan pendampingan individu, asesmen potensi, dan membaca dinamika manusia dalam konteks kerja maupun kehidupan sehari-hari. Febrianto juga pernah terlibat sebagai relawan dukungan psikologis pada berbagai bencana, antara lain Gempa Lombok dan Palu (2018), Tsunami Banten (2019), serta Gempa Cianjur (2022). Di luar itu, ia sesekali berbagi pengalaman sebagai narasumber dan pengajar dalam workshop, bootcamp, dan seminar dengan pendekatan yang sederhana, reflektif, dan relevan. Bertumboost lahir dari perjalanan profesional dan personal tersebut—sebagai ruang aman untuk membantu generasi muda bertumbuh, pulih, dan lebih siap menghadapi fase dewasa.

Annisa Rahmali Agustina

Annisa Rahmali Agustina

(Icha)

Data Analyst

Annisa Rahmalia Agustina (Icha) adalah lulusan psikologi dengan pengalaman di bidang riset, analisis data, dan pengembangan sumber daya manusia. Ia terlibat dalam pengelolaan usaha di bidang analisis data, pelatihan, dan pengembangan kapasitas SDM untuk berbagai kebutuhan organisasi. Di luar itu, Icha juga memiliki pengalaman sebagai pelaku usaha di bidang catering serta keterlibatan di industri asuransi, yang membentuk pemahamannya tentang dinamika operasional, layanan, dan relasi dengan beragam latar belakang klien. Dengan latar riset, pengalaman memimpin tim, dan keterlibatan dalam berbagai program pengembangan, Icha berkontribusi memperkuat pendekatan Bertumboost yang rapi, aplikatif, dan berkelanjutan.

Faradila Cahya Miranti

Faradila Cahya Miranti

(Miwa)

Program Manager

Faradila Cahya Miranti merupakan sarjana psikologi dengan pengalaman bekerja di beberapa lembaga psikologi, khususnya dalam konteks layanan dan pengembangan manusia. Ia berperan aktif dalam pengembangan kapasitas anak muda melalui keterlibatannya sebagai pengurus DPPI (Duta Pancasila Paskibraka Indonesia), yang membentuk kepeduliannya terhadap nilai, karakter, dan kepemimpinan generasi muda. Dengan latar psikologi dan pengalaman organisasi, Faradila berkontribusi dalam Bertumboost pada aspek pendampingan, penguatan karakter, dan perancangan kegiatan yang relevan bagi anak muda.

Gilang Ramadhan

Gilang Ramadhan

(Gilang)

Digital Marketer

Gilang Ramadhan adalah co-founder termuda dengan kekuatan utama di bidang digital marketing dan pertumbuhan brand berbasis data. Ia memiliki pengalaman lebih dari lima tahun dalam merancang dan mengeksekusi strategi pemasaran digital yang terintegrasi, termasuk SEO, konten kreatif, media sosial, kampanye paid + organic, serta pemanfaatan analitik dan AI untuk mengambil keputusan yang terukur dan efektif. Kemampuan Gilang dalam membaca pasar dan mengoptimalkan kinerja digital telah membantu berbagai brand berkembang secara signifikan, terutama dalam membangun komunitas dan meningkatkan visibilitas online, sekaligus menciptakan dampak nyata terhadap pertumbuhan bisnis. Dengan pemahaman teknologi dan pendekatan kreatif yang adaptif, Gilang berkontribusi dalam Bertumboost untuk memperkuat strategi digital, kampanye komunikasi, serta keterlibatan audiens muda secara efektif.

Ladita Arta Mella

Ladita Arta Mella

(Tata)

Art Designer & Influencer

Ladita Arta Mella adalah seorang art student dengan fokus pada desain visual dan komunikasi kreatif, yang aktif membangun portofolio karya sejak 2019 hingga sekarang termasuk proyek seperti Sustainable Lifestyle Magazine yang memperlihatkan kemampuannya dalam merancang konten visual yang bermakna dan relevan dengan isu kontemporer. Keahlian Ladita mencakup penggunaan alat desain seperti Photoshop, Illustrator, dan Procreate untuk menghasilkan karya yang komunikatif dan estetis, sekaligus memahami bagaimana ide-ide kreatif dapat diterjemahkan ke dalam bentuk visual yang menarik. Dengan latar di bidang seni dan desain, serta kemampuan kreatif yang kuat, Ladita berkontribusi dalam Bertumboost untuk memperkuat aspek visual, konten kreatif, dan komunikasi yang menyentuh audiens muda dengan cara yang autentik dan penuh daya tarik.

Bertumboost lahir dari pertemuan individu dengan latar belakang yang beragam—psikologi, olahraga dan kepemudaan, riset dan analisis data, pengembangan SDM, kewirausahaan, edukasi publik, teknologi digital, hingga industri kreatif—yang memiliki perhatian yang sama terhadap pengembangan kapasitas generasi muda.

Dua pekan sebelum Bertumboost resmi didirikan, Pulau Sumatera dilanda bencana ekologis yang menghancurkan. Alih-alih menunggu untuk meluncurkan program pertama Bootcamp Bertumboost, tim kami memutuskan untuk pivot dan mengalihkan seluruh energi untuk merespons krisis kemanusiaan ini. Lahirlah Pulih Bertumboost—inisiatif pertama kami yang menggabungkan bantuan logistik konkret dengan dukungan psikologis bagi para penyintas.

Data dan Konteks Bencana

Momentum Bencana, Inisiatif Nyata

Pada 26 November 2025, Indonesia mengalami salah satu bencana hidrometeorologi terparah dalam sejarahnya. Banjir bandang dan tanah longsor secara simultan melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Peristiwa ini bukan sekadar cuaca ekstrem—ini adalah kombinasi maut dari intensitas hujan yang memecahkan rekor, topografi yang rentan, dan infrastruktur yang tidak mampu menahan beban air yang tiba-tiba.

Karakteristik Bencana Penting

Karakteristik banjir bandang yang terjadi sangat berbeda dengan banjir konvensional. Air tidak naik bertahap per jam—melainkan dalam hitungan detik. Warga Aceh menggambarkan pengalaman mereka lebih ngeri dari tsunami karena kecepatan dan ketajaman dampaknya.

Data Dampak Bencana

A. Skala Wilayah Terdampak

Kota/Kabupaten Terdampak
52
Kota/Kabupaten Terdampak
Provinsi Terdampak
3
Provinsi Terdampak

B. Skala Korban Jiwa

Meninggal Dunia
1.137
Meninggal Dunia
Hilang
163
Hilang
Mengungsi
457.200
Mengungsi

C. Kerusakan Infrastruktur

Total Rumah Rusak
171.379
Total Rumah Rusak
Fasilitas Pendidikan Rusak
3.188
Fasilitas Pendidikan Rusak
Rumah Ibadah Rusak
806
Rumah Ibadah Rusak
Fasilitas Kesehatan Rusak
215
Fasilitas Kesehatan Rusak

D. Top 10 Wilayah Pengungsi Terbanyak

Peringkat Wilayah Jumlah Pengungsi
1 Aceh Utara 166.900
2 Aceh Tamiang 150.500
3 Gayo Lues 33.800
4 Bireuen 22.900
5 Aceh Timur 20.500
6 Aceh Tengah 16.500
7 Pidie Jaya 14.800
8 Bener Meriah 5.500
9 Tapsel 4.700
10 Agam 4.300

Mengapa Aceh Tamiang?

Misi pemulihan psikososial menuntut kehadiran fisik yang responsif dan ketepatan momentum. Kami menetapkan Aceh Tamiang sebagai prioritas karena posisinya sebagai gerbang pembuka wilayah Aceh yang paling cepat diakses dari jalur logistik utama. Dengan 150.500 pengungsi, wilayah ini menjadi lokasi strategis untuk intervensi psikososial.

Tentang Pulih Bertumboost

Program Kemanusiaan Terintegrasi

Tentang Pulih Bertumboost

Pulih Bertumboost adalah program kemanusiaan yang menggabungkan bantuan logistik dengan pendampingan psikologis untuk membantu penyintas bencana melalui fase transisi pasca-bencana menuju pemulihan berkelanjutan.

Aspek Detail
Lokasi Aceh Tamiang dan sekitarnya
Target Utama Penyintas bencana, khususnya anak-anak dan remaja
Durasi Program 3-7 Januari 2026 (dapat diperpanjang)
Total Budget Rp 46.791.231
Tim Lapangan 15 relawan terlatih
Fokus Fase Fase 2 - Transisi Pasca-Bencana

Fase Transisi & Pendekatan

4 Fase Penanganan Bencana

Fase Transisi & Pendekatan
1

Tanggap Darurat

0-72 jam, 7 hari
  • SAR & Evakuasi
  • Dapur Umum
  • Medis Dasar
  • Rapid Assessment
2

Transisi (PULIH BERTUMBOOST BEROPERASI)

Minggu 1-4
  • Clean-up
  • Mobile Health
  • Psychosocial Support
  • Camp Management
3

Rehabilitasi

Bulan 2-6
  • Pendidikan
  • Economic Empowerment
  • Advocacy
4

Pemulihan Berkelanjutan

Jangka Panjang
  • Mental Health
  • Pencegahan Bencana
  • Long-term Support

Mengapa Fase 2 Krusial?

Fase 2 - Transisi adalah periode ketika Honeymoon Phase berakhir dan Disillusionment Phase dimulai. Kelelahan dan frustrasi muncul, sementara bantuan mulai berkurang. Kebutuhan psikologis meningkat karena trauma mulai muncul setelah adrenalin survival menurun. Pulih Bertumboost hadir secara strategis di saat yang sangat krusial ini.

Tiga Pilar Program

Pendekatan Holistik Dual Pillar System

Pilar 1: Logistik

Pilar 1: Bantuan Kebutuhan Dasar

Definisi: Penyediaan logistik esensial untuk memenuhi kebutuhan fisik mendesak.

Mengapa Penting: Memberikan logistik adalah langkah pertama untuk menunjukkan bahwa penyintas diperhatikan dan tidak ditinggalkan. Ini juga menjadi prasyarat agar intervensi psikososial dapat berjalan efektif.

Jenis Bantuan Logistik:

  • Sabun mandi, sabun tangan, sampo, pasta gigi, sikat gigi
  • 3 truk tangki air bersih, tandon 1000L
  • Beras, makanan siap santap, pakaian baru
  • Senter LED, boots anti slip, selimut, bantal
  • Obat-obatan, perban, kapas, hand sanitizer
  • Mainan, alat tulis, buku cerita untuk anak
  • Popok, bubur bayi, sabun bayi
Pilar 2: PFA

Pilar 2: Pendampingan Psikologis (PFA)

Definisi: Psychological First Aid adalah pendekatan berbasis bukti ilmiah untuk dukungan emosional dan psikologis bagi individu yang mengalami trauma atau krisis.

Elemen Utama PFA:

  • Manusiawi: Menghormati kemanusiaan tanpa menghakimi
  • Berbasis Bukti: Metode terbukti efektif dalam penelitian ilmiah
  • Empati: Pendampingan dengan hati tulus
  • Aman: Ruang di mana penyintas bebas berbagi

Mengapa Penting: Trauma psikologis bisa bertahan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Tanpa intervensi awal, penyintas berisiko mengalami PTSD, depresi, dan gangguan mental lainnya. PFA adalah pencegahan awal yang cost-effective.

Pilar 3: Aktivitas Anak

Pilar 3: Aktivitas Ramah Anak

Definisi: Kegiatan bermain, menggambar, dan ekspresi emosi yang dirancang khusus untuk anak-anak.

Jenis Aktivitas:

  • Bermain outdoor & indoor (normalisasi, interaksi sosial)
  • Menggambar & melukis (ekspresi visual tanpa kata-kata)
  • Storytelling (berbagi pengalaman dalam format aman)
  • Musik & nyanyian (rileksasi, ekspresi emosi)
  • Gerak & tarian yoga sederhana (rileksasi fisik)

Insight Penting: Anak-anak mengekspresikan trauma melalui permainan dan seni lebih efektif dibanding percakapan. Aktivitas ini membantu mereka merasa aman, dirawat, dan tidak sendirian.

Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Transparansi Dana Penuh

Kategori Keterangan Jumlah (Rp)
A Perlengkapan Posko -
B1 Logistik Pengungsi Pokok -
B2 Paket Kesehatan, Hygiene, Konsumsi Darurat -
C Operasional Relawan (15 orang) -
TOTAL ANGGARAN -

Skema Sponsorship

Jadilah Mitra Perubahan

Galeri Dokumentasi

Dokumentasi Real-time dari Lapangan